Home » » Wisata Budaya Kampung Adat Dukuh Garut

Wisata Budaya Kampung Adat Dukuh Garut

Written By Unknown on Rabu, 29 Januari 2014 | 00.07

Kampung Dukuh - Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat memiliki panorama alam yang sangat indah dan menjanjikan beragam budaya yang sayang untuk dilewatkan jika kita berkunjung ke kota yang terkenanl dengan makanan khasnya yaitu Dodol Garut.

Di Garut ini ada salah satu permukinan asli Garut yang sampai saat ini masih tetap terjaga keasriannya, namanya yaitu Kampung Dukuh. Permukiman ini terkletak di kawasan pedesaan tepatnya di Desa Cijambe, Kec. Cikelet.








Jarak Tempat menuju Kampung Dukuh dari desa Cijambe kurang lebih 1,5 Km, sedangkan dari pusat kota Kab. Garut sekitar 101 KM. Transfortasi untuk menuju ke lokasi bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum sampai kecamatan Cikelet dan dilanjutkan dengan menggunakan jasa angkutan Ojeg untuk sampai ke area kampung dukuh tersebut.

Kampung dukuh ini didirikan oleh seorang ulama yang bernama Syekh Abdul Jalil, landasan budaya tersebut mempengaruhi dalam bangunan fisik dan adat istiadat masyarakat yang ada di wilayah Kampung Dukuh. Pendiri kampung dukuh ini ia adalah seorang ulama yang diminta oleh Bupati Sumedang untuk menjadi penghulu atau kepala Agama di kesultanan Sumedang pada abad ke - 17, pada saat itu Bupati Sumedang adalah Rangga Gempol II dan penunjukan Syekh Abdul Jalil tersebut atas dasar saran dari Raja Mataram yang berkuasa saat itu.

Rumah Adat Kampung Dukuh berdiri sekitar tahun 1700-an dengan jumlah rumah 40 rumah adat sunda yang sangat sederhana, disini memiliki sumber mata air yang dikeramatkan, makam keramat, daerah tutupan, larangan, cadangan, garapan dan titipan. Kampung adat Dukuh ini dipimpin oleh seorang kuncen untuk urusan adat, di Kampung ini tidak boleh menggunakan peralatan modern yang seperti saat ini di kalangan masyarakat indonesia dengan berbagai kemajuan jaman. Luas kampung dukuh kurang lebih 1,5 Ha, terdiri dari tiga bagian atau daerah, yaitu dukuh dalam, dukuh luar dan makam karomah.

Kampung yang dipimpin oleh seorang kuncen menutup diri dari segala hal dan peralatan yang modern, sehingga para penduduk kampung dukuh ini hidup dengan serba tradisional dan menyatu dengan alam. Kederhanaan dan persatuan dengan alam, hormat kepada yang lebih tua dan menjalankan syariat Islam adalah sebagian dari tradisi kehidupan sehari-hari masyarakat adat kampung dukuh. Acara ritual sering dilaksanakan pada tangga 12 Maulud sebagai peringatan berdirinya kampung Adat Dukuh.

Selain itu juga msyarakat disini sering memanfaatkan sawah, perkebunan dan hutan sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hutan biasanya dimanfaatkan untuk mengambil kayu bakar untuk keperluan memasak, dan kayu-kayu besar untuk membuat atau memperbaiki rumah. Hal ini biasanya dilakukan oleh masyarakat kampung adat dukuh sebelum masuknya jawatan kehutanan atau perhutani. Setelah masuknya perhutani ke wilayah adat dukuh, masyarakat menjadi tidak punya akses terhadap hak ulayat mereka.***
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Wisata Garut Selatan | HdG Team - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger